Industri manufaktur modern sangat bergantung pada mesin Computer Numerical Control (CNC) untuk memproduksi komponen berbahan logam dengan tingkat ketelitian mikro. SMK PGRI Bojongmangu membekali siswa keahlian pemrograman dan pengoperasian mesin pemotong logam otomatis tersebut di bengkel praktikum. Keterampilan pemrosesan presisi ini melengkapi pelatihan tune up otomotif yang juga menjadi jurusan unggulan di lingkungan sekolah.
Proses pembuatan komponen manufaktur logam dimulai dari penerjemahan gambar teknik 2D dan 3D ke dalam kode pemrograman G-code dan M-code. Siswa mensimulasikan pergerakan pahat potong melalui perangkat lunak komputer guna memastikan tidak terjadi benturan alat sebelum eksekusi pada material asli. Penguasaan kalkulasi kecepatan potong, kedalaman pemakanan, dan penggunaan cairan pendingin menjadi materi wajib dalam sesi praktikum. Ketelitian dalam tahap pemrograman menentukan akurasi hasil akhir benda kerja.
Pengoperasian mesin bubut dan milling CNC dilakukan dengan pengawasan ketat instruktur untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja manufaktur. Siswa belajar melakukan setting zero point material, pemasangan pisau potong, dan pemantauan proses penyayatan logam secara langsung. Penggunaan alat ukur presisi seperti mikrometer luar dan dial indicator digunakan untuk memverifikasi kesesuaian dimensi produk dengan toleransi yang ditentukan. Setiap produk yang diproduksi harus lolos uji kontrol kualitas.
Keahlian dalam pengolahan [manufaktur logam] presisi ini memberikan keunggulan kompetitif yang tinggi bagi siswa saat melamar pekerjaan di perusahaan otomotif dan penerbangan. Industri membutuhkan operator dan programmer mesin otomatis yang mampu bekerja cepat dengan tingkat kesalahan mendekati nol. Pembiasaan standar kerja presisi sejak sekolah membentuk sikap disiplin dan cermat pada diri setiap peserta didik. Hal ini memperbesar peluang serapan kerja alumni di korporasi besar.
Kerja sama dengan industri pembuat suku cadang memungkinkan sekolah menerima pesanan pembuatan komponen logam berskala kecil sebagai sarana praktik riil siswa. Pengalaman mengerjakan pesanan pihak luar mengasah tanggung jawab siswa terhadap tenggat waktu dan kualitas produk yang dihasilkan. Keuntungan dari hasil produksi dimanfaatkan kembali untuk peremajaan alat dan pemenuhan bahan baku praktikum bengkel. Inkubator produksi ini melatih iklim kerja nyata di sekolah.
Pembelajaran mesin CNC di SMK PGRI Bojongmangu terbukti sukses mencetak tenaga teknisi pemrosesan logam yang mahir, teliti, dan siap kerja. Lulusan dibekali sertifikat kompetensi keahlian mekanik manufaktur yang diakui oleh lembaga sertifikasi profesi nasional. Penguasaan teknologi pemotongan logam otomatis ini menjadi modal berharga bagi siswa dalam meniti karir profesional di sektor industri maju.