Akses terhadap layanan kesehatan primer sering kali menjadi kendala fisik bagi mereka yang sudah menginjak usia senja, terutama bagi warga yang tinggal sendirian tanpa pendampingan keluarga. Menyadari adanya kesenjangan mobilitas ini, sekolah meluncurkan inisiatif sosial yang sangat menyentuh melalui Layanan Antar Obat SMK PGRI Bojongmangu. Program ini dirancang untuk memastikan bahwa rutinitas pengobatan para orang tua tidak terputus hanya karena keterbatasan fisik untuk menjangkau fasilitas kesehatan atau apotek.
Program ini digerakkan oleh para siswa dari jurusan farmasi dan keperawatan yang didampingi oleh instruktur profesional. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memberikan kemudahan bagi Lansia Tunggal yang sering kali kesulitan untuk sekadar mengantre di puskesmas atau berjalan menuju toko obat. Dengan adanya layanan jemput bola ini, para lansia kini memiliki harapan baru untuk tetap menjaga stabilitas kesehatan mereka tanpa harus merasa membebani tetangga atau orang lain secara berlebihan.
Siswa yang bertugas dalam layanan ini tidak hanya sekadar menjadi kurir yang mengantarkan barang. Mereka dibekali dengan kemampuan untuk menjelaskan aturan pakai obat secara detail namun mudah dipahami. Sering kali, masalah utama pada pengobatan lansia adalah kesalahan dosis atau lupa jadwal minum obat. Oleh karena itu, para relawan dari SMK PGRI Bojongmangu juga membantu membuatkan label pengingat yang lebih jelas dan melakukan pengecekan tanda-tanda vital secara berkala saat berkunjung. Interaksi ini membangun kedekatan emosional yang sangat berarti bagi para lansia yang mungkin jarang mendapatkan kunjungan sosial.
Secara teknis, program Layanan Antar Obat ini bekerja sama dengan apotek desa dan puskesmas setempat. Data mengenai lansia yang membutuhkan bantuan dikumpulkan secara akurat agar pengiriman tepat sasaran. Selain mengantar Obat, para siswa juga diajarkan untuk melakukan pemantauan kondisi lingkungan tempat tinggal para lansia. Jika ditemukan kondisi yang kurang higienis atau adanya keluhan kesehatan baru, mereka akan segera melaporkannya kepada pihak terkait. Ini adalah bentuk nyata dari manajemen kesehatan berbasis komunitas yang sangat efektif.